puisi_tumpang_lalu_brader
This is an old revision of the document!
TUMPANG LALU, BRADER
Di lorong kanan sebuah lebuh raya Aku terlihat kelibat Kapla High Way Di cermin pandang belakang Meluncur laju mendekatiku Aku terus nyalakan isyarat kanan Maaf, tumpang lalu, brader Mohon lihat lorong kiriku Masih ada deretan lori di situ Kapla tampaknya tak mengendahkan Dia terus saja merapatiku Kelipan lampunya seolah mengusirku "Ketepi segera, Kapla High Way nak lalu!" Mujur masih ada ruang lagi Di celah deretan lori Lantas aku beransur ke kiri Brek kutekan, berhati-hati Kapla terus memecut laju di sebelahku Ngauman enjin derasnya itu Seolah mendengus kepadaku "Lain kali, duduk diam-diam di situ!" Maafkan aku brader Bukan niatku untuk melambatkan Atau menghalang perjalananmu Sepertimu juga, aku ingin lekas tiba Mungkinkah kita ketemu lagi Di suatu masa hadapan Dalam suasana yang lebih aman Agar bisa aku perjelaskan Mungkin dalam kemacetan Di penghujung lebuh raya ini kelak Atau bersama beratur di gerai R&R Atau berjemaah di suraunya Itu pun kalau kita dipanjangkan umur Dan tidak tewas di tabrakan. Pulas Musafir LPT 25 Februari 2023
Gambar hiasan: Lebuhraya SILK @ Taman Kajang Sentral, menghadap Bukit Pening (sempadan Kajang-Semenyih), 7 Januari 2021. Terbitan pertama di Facebook, 26 Februari 2023: https://www.facebook.com/sazli/posts/pfbid0CNamsiFkRhHsoZ6qXxsJfaupGe6rJV59aevAThdmysaHHX5MBR4mmrEgZCqCQjSbl
puisi_tumpang_lalu_brader.1788090306.txt.gz · Last modified: by sazli

